Tuesday, October 27

Mendiang Gitaris Eddie Van Halen Ternyata Berdarah Banten

VIVA   – Banyak yang tak tahu keterangan satu ini tentang mendiang Edward Lodewijk van Halen atau lumrah sebagai Eddie Van Halen. Gitaris band rock Van Halen yang lahir di Nijmegen, Belanda, 26 Januari 1955 itu selama ini memang dikenal sebagai gitaris Amerika Serikat.

Namun, dihimpun dari berbagai sumber, Rabu, tujuh Oktober 2020, Eddie ternyata memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Eugenia van Beers. Eugenia adalah wanita berdarah Indonesia-Belanda yang muncul di Rangkasbitung. Sementara ayah Eddie, Jan van Halen adalah seorang pemain saksofon Belanda berdarah Swedia.

Baca Selalu: Gitaris Legendaris Eddie Van Halen Meninggal Dunia karena Kanker

Jan dan Eugenia bertemu di Nusantara dan jatuh cinta. Mereka meninggalkan Jakarta pada 1953 atau perut tahun sebelum Eddie lahir, berserakan tinggal di Amsterdam. Tahun 1962, ayah dan ibu Eddie pindah ke Pasadena, California untuk membuktikan peruntungan.

Setelah susunan di AS, sang ayah mengajarkan kedua anaknya, Eddie dan adiknya, Alex Van Halen yang serupa merupakan drummer Van Halen untuk bermian piano.

Baca Juga: Eddie Van Halen, Gitaris Terbaik Sepanjang Masa & Ikon Budaya Pop

Hanya butuh waktu sebentar sebelum akhirnya mereka beralih ke drum (Eddie) dan gitar (Alex). Namun, Alex yang lebih suka main drum milik Eddie justru lebih mahir bermain drum. Eddie Van Halen pun beralih & memutuskan untuk mendalami gitar.

Awalnya, kakak beradik itu sering mengisi kegiatan musik di sekolah mereka dan di berbagai tempat. Keduanya juga mengajak pemusik lainnya untuk bekerja sama.

Akhirnya mereka membentuk band bernama Mammoth. Setelah bekerja persis dengan David Lee Roth, Eddie dan Alex menariknya menjadi vokalis. Kemudian merekrut Michael Anthony jadi bassist.

Mereka berganti nama menjadi Van Halen di dalam 1974.

Seperti dengan telah diberitakan sebelumnya, Eddie Van Halen meninggal dunia Selasa, 6 Oktober 2020 di usia 65 tahun, karena kanker paru-paru yang telah menyebar ke otak dan organ tubuh lainnya. Ia sudah berjuang melawan kanker yang diidapnya selama lebih dari satu dekade.