Thursday, July 2

Prambanan Jazz 2020 Tetap Digelar buat Pulihkan Ekonomi dan Psikologi

VIVA   –  Acara musik Prambanan Jazz 2020 sedianya digelar pada 3, 4 dan 5 Juli 2020. Pagebluk virus corona buat acara itu dijadwalkan ulang. Promotor menetapkan, 30, 31 Oktober dan 1 November sebagai gantinya. Menurut Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia sekaligus Founder Prambanan Jazz Festival, acara tersebut tetap digelar untuk memulihkan berbagai macam hal.

“Prambanan Jazz itu memang ngangenin ya. Tersebut satu hal yang enggak bisa dihindari, memang memorable banget, sesuatu dengan sudah ditunggu, ” kata Anas saat jumpa pers secara maya, Kamis, 14 Mei 2020.

“Kenapa tetap agendakan tetep tahun ini, event adalah salah utama cara paling efektif dan tepat, untuk recovery baik sisi mental atau ekonomi. Cara paling efektif untuk kembalikan, gairah, semangat, passion & trauma secara social distancing adalah melalui event , ” ujarnya.

Dari segi acara, tidak ada banyak perubahan baik harga tiket maupun pengisi artisnya. Rencananya, Prambanan Jazz tahun ini akan diisi oleh Fourtwnty, Hindia, Pamungkas, Andmesh, Nadine Amizah, Reality Club, Once Mekel, Joey Alexander, Kunto Aji, Eva Celia, Isyana Sarasvati, Joko in Berlin, Egha De Latoya, Reza Artamevia, Sinten Remen (Tribute To Djaduk F), Ardhito Pramono, Janapati (Dewa Budjana dan Tohpati), dan Yura Yunita.

Bahkan, nama artis tersebut jalan besar akan bertambah. Anas menjanjikan, setiap harinya pagelaran Prambanan Jazz 2020 akan ikut dimeriahkan oleh artis luar negeri.

“Di festival show banyak seniwati internasional baik di day satu, 2 atau 3. Kita bakal manjakan penonton, insha Allah , 3 hari mau ada international artis, ” perkataan Anas.

Baca juga:   Tampil di Prambanan Jazz, Selaput Lasso Kenang Dewa 19?

Nantinya, pagelaran Prambanan Jazz 2020 akan dilakukan dengan protokol COVID-19. Saat ini, protokol itu masih dalam tahap pengembangan sebab instansi terkait. Pihak Prambanan Jazz 2020 akan mengikuti dan lestari menjaga keamanan, kesehatan maupun kenyamanan untuk penontonnya.

“Protokol tersebut mashi dalam tahap, sifatnya masih diskusi, bisa dengan rapid test atau surat bebas COVID. Artinya kita akan tegas dan ketat karena ini berhubungan dengan beribu-ribu orang, ” ujar Anas.